Peta. Kata tersebut mungkin sudah tidak
asing lagi di telinga kalian. Pasti dari kita SD sudah pernah melihat, meraba,
atau mempelajari tentang peta. Sebelumnya mungkin ada yang tau apa itu peta?
Bagi yang belum tau apa itu peta, akan saya jelaskan secara singkatnya. Peta
adalah gambaran permukaan bumi (daratan dan lautan) yang digambarkan pada
bidang datar. Untuk lebih jelasnya silakan kalian cari pengertian peta di
wikipedia.
Nah, sekarang kalian sudah tau apa itu
peta. Di mana aja sih kita sering melihat peta? Ya, betul. Kita sering
melihatnya di atlas. Dan pada zaman sekarang dengan kemajuan teknologi, kita
dapat mengetahui peta dengan Google Maps dan juga Google Earth. Namun sadarkah
kalian jika peta yang sering kalian lihat (khususnya peta dunia) di Google Maps
atau Google Earth adalah peta rasis. Mungkin kalian masih belum paham tentang
peta rasis. Apa maksudnya peta rasis itu? Peta rasis atau sering disebut “Peta
Eurosentrik” adalah peta ego Eropa.
Peta ini sering lebih dikenal dengan
Peta Mercator. Masih belum jelas? Oke-oke. Peta Ego Eropa ini digunakan para
penjajah Eropa pada masa Perang Dunia II dalam rangka bias politik untuk
mencuci otak negara jajahan mereka. Dengan cara apa mereka mencuci otak negara
jajahannya? Jadi, cara yang mereka lakukan adalah dengan cara memperbesar
ukuran negara-negara bule pada peta (dalam hal ini mereka adalah penjajah) dan
memperkecil ukuran negara-negara orang dengan kulit berwarna pada peta (dalam
hal ini maksudnya adalah negara jajahan. Bahkan peta inilah yang biasa
dijadikan peta Globe yang sering diajarkan pada anak-anak.
Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat gambar
perbantingan antara Peta Mercator dengan Peta Gall-Peterson (peta dengan ukuran
asli/ukuran sebenarnya) berikut.
Sangat jelas kan kejanggalannya? AS dan
Eropa dibikin besar. Padahal Aslinya kecil. Amerika Latin, Afrika, dan
Indonesia dibikin kecil, padahal aslinya besar. Tuh kan, Indonesia itu
sebenarnya luas banget bro. Kalau kita sadar, pasti mereka akan kalah, dan kita
nggak perlu takut sama negara-negara lain. Di sini yang menarik adalah tentang
Greenland. Sebelumnya ada yang tau berapa jumlah benua dan apa saja nama benua
di dunia ini? Ya, benua ada tujuh, yaitu Benua Asia, Australia, Eropa, Afrika,
Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Antartika. Benua itu apa sih? Benua adalah
daratan yang sangat luas yang ada di bumi. Apakah ada benua Greenland? Tidak
ada, bukan? Tapi pada peta Mercator ukuran Greenland luasnya bukan main, bahkan
hampir sama dengan ukuran Benua Afrika. Coba lihat perbandingannya pada gambar
berikut ini.
Bahkan, seorang perempuan pensiunan Guru
SD di AS dan sekaligus Aktivis Anti-SARA, Jane Elliot, angkat bicara tentang
masalah peta SARA ini di acara “OPRAH SHOW” di salah satu stasiun televisi di
AS. Yang beliau bahas juga mengenai tentang ukuran Greenland yang sangat besar
pada peta Mercator. Dan beliau juga mengomentari kesalahan posisi garis
khatulistiwa pada peta tersebut.
Jane Elliot mengatakan bahwa keterangan pada peta
tersebut tertulis bahwa sebenarnya Amerika Selatan adalah 9x luas Greenland.
Beliau juga mengatakan bahwa peta tersebut BOHONG dan NGAWUR!!! “Ini adalah
gambar visual yang mengajarkan kebohongan pada anak-anak.” Tambahnya. Jadi
jangan mau dibohongi lagi oleh para penjajah, wilayah kita sangatlah luas,
jumlah kita sangat banyak. Kalau kita menyadarinya, pasti mereka akan kalah.
Lalu, sebenarnya peta mana yang paling
benar? Sebelumnya, simak dahulu pendapat dari Prof. Jerry Brotton dari Queen
Marry University of London. “Semua kultur selalu percaya bahwa peta yang
sering mereka lihat adalah benar dan transparan.” “Padahal semua peta selalu
subjektif. Bahkan peta pada aplikasi online pada telepon genggam dan tablet
kita yang diproduksi oleh Google atau Apple atau apapun, sampai sekarang masih
merupakan peta yang subjektif.” Tambahnya.
Jadi tidak ada peta yang benar-benar objektif. Silakan
kalian baca “12 Peta Yang Merubah Dunia” di www.TheAtlantic.com
Apakah hanya tentang peta yang berkaitan
dengan Eurosentrik? Tentu saja tidak, masih banyak hal yang berkaitan tentang
kelicikan bangsa penjajah. Contohnya adalah Colombus. Dia dianggap sebagai
penemu benua Amerika. Bagaimana bisa disebut penemu Benua Amerika, padahal
sebelum Colombus menginjakkan kaki di Benua Amerika telah ada suku Indian yang
tinggal di daerah tersebut. Lalu mereka (suku Indian) dianggap apa? Sementara
Colombus adalah perampok, pembunuh, dan pemerkosa Suku Indian. Tapi namanya
justru malah diagung-agungkan.
Namun, American Indian Movement Of Colorado (Gerakan
Suku Indian Amerika dari Colorado) menghimbau untuk membatalkan hari Colombus
di AS.
Saking liciknya taktik Eurosentrik ini, sampai-sampai kita tidak
menyadarinya walaupun sebenarnya kita sering melihatnya. Bisa dibilang kita
sudah terhipnotis oleh mereka. Contoh lain adalah Cowboy dengan Bangsa Indian. Dalam
film-film Hollywood, cowboy digambarkan sebagai orang baik/pahlawan, sedangkan
Bangsa Indian adalah penjahat. Namun sebenarnya hal ini sangatlah bertolak
belakang. Justru Bangsa Indian adalah orang baik dan cowboylah yang jahat.
Contoh
selanjutnya adalah Tarzan si Raja Rimba. Dia digambarkan sebagai bule yang
hidup di hutan belantara. Padahal sebenarnya Tarzan adalah asli dari Afrika.
Lalu orang Afrika mereka anggap apa?
Eurosentrik,
taktik yang sangat licik, menghancurkan dengan cara lemah lembut dari dalam.
Jangan tinggal diam, gunakan otak kita. Jangan mau lagi dibodohi oleh bangsa
Eropa!!!
.
.
Share artikel ini untuk menyadarkan mereka yang belum tau.
-INDONESIAN
RECORDIST-
Iyan Mithriz. Copyright 2017.
No comments:
Post a Comment