Friday, August 4, 2017

Peta Hoax Yang Sering Kamu Lihat



Peta. Kata tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Pasti dari kita SD sudah pernah melihat, meraba, atau mempelajari tentang peta. Sebelumnya mungkin ada yang tau apa itu peta? Bagi yang belum tau apa itu peta, akan saya jelaskan secara singkatnya. Peta adalah gambaran permukaan bumi (daratan dan lautan) yang digambarkan pada bidang datar. Untuk lebih jelasnya silakan kalian cari pengertian peta di wikipedia.
Nah, sekarang kalian sudah tau apa itu peta. Di mana aja sih kita sering melihat peta? Ya, betul. Kita sering melihatnya di atlas. Dan pada zaman sekarang dengan kemajuan teknologi, kita dapat mengetahui peta dengan Google Maps dan juga Google Earth. Namun sadarkah kalian jika peta yang sering kalian lihat (khususnya peta dunia) di Google Maps atau Google Earth adalah peta rasis. Mungkin kalian masih belum paham tentang peta rasis. Apa maksudnya peta rasis itu? Peta rasis atau sering disebut “Peta Eurosentrik” adalah peta ego Eropa.


Peta ini sering lebih dikenal dengan Peta Mercator. Masih belum jelas? Oke-oke. Peta Ego Eropa ini digunakan para penjajah Eropa pada masa Perang Dunia II dalam rangka bias politik untuk mencuci otak negara jajahan mereka. Dengan cara apa mereka mencuci otak negara jajahannya? Jadi, cara yang mereka lakukan adalah dengan cara memperbesar ukuran negara-negara bule pada peta (dalam hal ini mereka adalah penjajah) dan memperkecil ukuran negara-negara orang dengan kulit berwarna pada peta (dalam hal ini maksudnya adalah negara jajahan. Bahkan peta inilah yang biasa dijadikan peta Globe yang sering diajarkan pada anak-anak.
Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat gambar perbantingan antara Peta Mercator dengan Peta Gall-Peterson (peta dengan ukuran asli/ukuran sebenarnya) berikut.


Sangat jelas kan kejanggalannya? AS dan Eropa dibikin besar. Padahal Aslinya kecil. Amerika Latin, Afrika, dan Indonesia dibikin kecil, padahal aslinya besar. Tuh kan, Indonesia itu sebenarnya luas banget bro. Kalau kita sadar, pasti mereka akan kalah, dan kita nggak perlu takut sama negara-negara lain. Di sini yang menarik adalah tentang Greenland. Sebelumnya ada yang tau berapa jumlah benua dan apa saja nama benua di dunia ini? Ya, benua ada tujuh, yaitu Benua Asia, Australia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Antartika. Benua itu apa sih? Benua adalah daratan yang sangat luas yang ada di bumi. Apakah ada benua Greenland? Tidak ada, bukan? Tapi pada peta Mercator ukuran Greenland luasnya bukan main, bahkan hampir sama dengan ukuran Benua Afrika. Coba lihat perbandingannya pada gambar berikut ini.



Bahkan, seorang perempuan pensiunan Guru SD di AS dan sekaligus Aktivis Anti-SARA, Jane Elliot, angkat bicara tentang masalah peta SARA ini di acara “OPRAH SHOW” di salah satu stasiun televisi di AS. Yang beliau bahas juga mengenai tentang ukuran Greenland yang sangat besar pada peta Mercator. Dan beliau juga mengomentari kesalahan posisi garis khatulistiwa pada peta tersebut.

Jane Elliot mengatakan bahwa keterangan pada peta tersebut tertulis bahwa sebenarnya Amerika Selatan adalah 9x luas Greenland. Beliau juga mengatakan bahwa peta tersebut BOHONG dan NGAWUR!!! “Ini adalah gambar visual yang mengajarkan kebohongan pada anak-anak.” Tambahnya. Jadi jangan mau dibohongi lagi oleh para penjajah, wilayah kita sangatlah luas, jumlah kita sangat banyak. Kalau kita menyadarinya, pasti mereka akan kalah.
Lalu, sebenarnya peta mana yang paling benar? Sebelumnya, simak dahulu pendapat dari Prof. Jerry Brotton dari Queen Marry University of London. “Semua kultur selalu percaya bahwa peta yang sering mereka lihat adalah benar dan transparan.” “Padahal semua peta selalu subjektif. Bahkan peta pada aplikasi online pada telepon genggam dan tablet kita yang diproduksi oleh Google atau Apple atau apapun, sampai sekarang masih merupakan peta yang subjektif.” Tambahnya.
Jadi tidak ada peta yang benar-benar objektif. Silakan kalian baca “12 Peta Yang Merubah Dunia” di www.TheAtlantic.com

Apakah hanya tentang peta yang berkaitan dengan Eurosentrik? Tentu saja tidak, masih banyak hal yang berkaitan tentang kelicikan bangsa penjajah. Contohnya adalah Colombus. Dia dianggap sebagai penemu benua Amerika. Bagaimana bisa disebut penemu Benua Amerika, padahal sebelum Colombus menginjakkan kaki di Benua Amerika telah ada suku Indian yang tinggal di daerah tersebut. Lalu mereka (suku Indian) dianggap apa? Sementara Colombus adalah perampok, pembunuh, dan pemerkosa Suku Indian. Tapi namanya justru malah diagung-agungkan.
Namun, American Indian Movement Of Colorado (Gerakan Suku Indian Amerika dari Colorado) menghimbau untuk membatalkan hari Colombus di AS.


Saking liciknya taktik Eurosentrik ini, sampai-sampai kita tidak menyadarinya walaupun sebenarnya kita sering melihatnya. Bisa dibilang kita sudah terhipnotis oleh mereka. Contoh lain adalah Cowboy dengan Bangsa Indian. Dalam film-film Hollywood, cowboy digambarkan sebagai orang baik/pahlawan, sedangkan Bangsa Indian adalah penjahat. Namun sebenarnya hal ini sangatlah bertolak belakang. Justru Bangsa Indian adalah orang baik dan cowboylah yang jahat.
Contoh selanjutnya adalah Tarzan si Raja Rimba. Dia digambarkan sebagai bule yang hidup di hutan belantara. Padahal sebenarnya Tarzan adalah asli dari Afrika. Lalu orang Afrika mereka anggap apa?
Eurosentrik, taktik yang sangat licik, menghancurkan dengan cara lemah lembut dari dalam. Jangan tinggal diam, gunakan otak kita. Jangan mau lagi dibodohi oleh bangsa Eropa!!!
.
.
Sumber sepenuhnya didapat dari www.youtube.com/flatearth1010
Share artikel ini untuk menyadarkan mereka yang belum tau.
-INDONESIAN RECORDIST-

Iyan Mithriz. Copyright 2017.

No comments:

Post a Comment