Suriname adalah salah satu negara di Amerika Tengah yang memiliki kaitan sangat erat dengan budaya Indonesia khususnya budaya Jawa. Mungkin sebagian orang atau kalian mungkin juga tidak percaya dengan hal ini. Mana mungkin negara yang sangat jauh dari Indonesia mempunyai keterkaitan budaya yang sangat erat. Kalau kalian penasaran tentang fakta tersebut, silahkan kalian baca artikel ini sampai selesai.
Jawa adalah ikon yang sudah sangat lekat dengan Suriname meskipun penduduk Suriname memang bukan diisi seratus persen orang Jawa. Dulunya, orang Jawa yang ada di Suriname berasal dari Indonesia. Lantaran dipaksa oleh Belanda, akhirnya mau tidak mau mereka berangkat. Akhirnya mereka menetap dan menjadi penduduk Suriname.
Kalian pernah mengunjungi Yogyakarta, Solo, atau daerah di Jawa lainnya? Jika kalian pernah, maka apabila kalian mengunjungi Suriname akan menemukan suasana yang sangat mirip dengan kota-kota di Jawa. Bukan hanya karena wajah penduduknya yang mirip-mirip dengan orang Jawa, tapi juga cara bergaul dan berbahasanya. Inilah fakta-fakta unik tentang negara tetangga Guyana itu.
1. Bahasa Keseharian yang Digunakan adalah Bahasa Jawa
Seperti yang dikatakan sebelumnya, mengunjungi Suriname rasanya hampir tidak ada bedanya dengan mampir di kota-kota di Jawa. Sepanjang jalan kita akan mendengar orang-orang bercakap bahasa Jawa. Memang bahasa sehari-hari ini di sini adalah Jawa serta Belanda untuk bahasa nasionalnya.
Uniknya, problem kebahasaan orang Suriname juga sama seperti di Jawa. Ya, di sana ternyata anak mudanya juga mulai meninggalkan bahasa leluhur ini. Bahkan mereka sudah tidak pernah lagi memakai bahasa Jawa halus dalam bercakap. Mereka lebih sering menggunakan bahasa Inggris dalam pergaulan.
2. Penduduk Suriname Punya Kedekatan dengan Belanda
Seperti halnya Indonesia, Suriname adalah jajahan Belanda. Ketika Perang Dunia II berakhir, negara ini pun mendapatkan kemerdekaannya. Namun, Suriname nampaknya belum benar-benar bisa lepas dari Belanda. Salah satu buktinya adalah bahasa nasional mereka.
Bukti lain jika orang Suriname sangat dekat dengan Belanda adalah nama-nama tempat di sana yang mirip-mirip seperti di negara Oranje tersebut. Misalnya Groningen atau Batavia. Salah satu bukti kedekatan mereka dengan Belanda juga lewat pemain-pemain bola keturunan Suriname. Misalnya Nigel De Jong, Edgar David atau Charles Dissel.
3. Tokoh Musik Populer di Suriname
Berhubung Suriname banyak orang Jawa-nya, maka soal selera musik tentu saja yang masih ada unsur-unsur Jawa. Namun uniknya, penyanyi yang paling terkenal di sana bukanlah musisi asli, melainkan dari Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Didi kempot, penyanyi campur sari yang sangat “disenengi” masyarakat Jawa pada umumnya. Didi Kempot adalah idola di sana dan hal ini ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri mereka yang bernama Soewarto Moestadja. “The most populer singer in Suriname,” begitu ungkap Soewarto berulang-ulang dalam sebuah konferensi di JCC beberapa tahun lalu. Bahkan menurut Soewarto lagi, Didi sering memenangkan penghargaan musik di sana. Bikin bangga, ya?
4. Suriname Mengalami Krisis Bahasa Jawa
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya pada fakta di atas, Suriname juga mengalami krisis bahasa Jawa seperti di Indonesia. Di Suriname makin banyak anak muda keturunan Jawa yang tidak mau menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari. Mereka rata-rata menggunakan bahasa Inggris untuk percakapan sehari-harinya. Tidak berbeda dengan orang Jawa di negara kita, mereka di sana menyikapi ini sebagai hal yang buruk dalam tata krama di sana.
Uniknya lagi, untuk menghadapi polemik bahasa ini, Suriname pernah meminta bantuan kepada Indonesia. Duta besar Indonesia untuk Suriname, Dominicus Supratikno, pernah mendatangi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan secara lugas mengatakan kalau orang-orang Suriname butuh guru bahasa Jawa. Entah bagaimana kelanjutannya, namun hal ini jadi bukti kalau bahasa Jawa di sana memang sudah mulai luntur, bahkan mulai ditinggalkan oleh kaum muda negara tersebut.
5. Minuman Indonesia yang Laris Manis di Suriname
Setelah kita membahas tokoh musik yang paling terkenal di sana, yaitu Didi Kempot, selanjutnya kita akan membahas tentang minuman Indonesia yang paling laris di sana. Mungkin dari kalian ada yang tau atau ada yang bisa menebak? Kira-kira apa sih minuman yang menjadi favorit penduduk Suriname? Ya, tepat sekali! JAMU. Karena Suriname memang begitu dekat dengan Indonesia, khususnya suku Jawa, maka peknduduk Suriname juga menyukai minuman yang disukai masyarakat Jawa ini. Lewat minuman jamu buatan orang-orang Wonosobo yang berhasil terjual laris manis di negara Amerika Tengah itu. Jamu yang dibuat oleh kelompok wanita tani itu ternyata begitu diminati. Bahkan pernah juga diundang pemerintah Suriname untuk diikutkan dalam sebuah fair.
Orang Jawa dan jamu memang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Termasuk bagi orang Jawa Suriname yang mungkin rindu akan rasa beras kencur, puyang dan lain sebagainya ini. Ya, ketika mereka mengimpor jamu dari Indonesia, hal tersebut mungkin sebagai ungkapan betapa rindunya orang-orang Suriname dengan atribut ke-Jawa-an tersebut.
Inilah fakta-fakta unik dari negara Suriname. Suriname sangat jauh dengan Indonesia, namun sebenarnya mereka adalah saudara dekat dengan kita. Kalau saja dulu Belanda tidak membawa mereka pergi, pasti sekarang penduduk Suriname masih satu negara dengan kita.
Berkenaan dengan orang Jawa, tidak hanya di Suriname saja yang ada orang Jawanya. Di Belanda sendiri juga masih banyak orang Jawa yang masih bisa kita jumpai, dan yang pasti mereka masih sangat fasih dalam bercakap-cakap menggunakan bahasa Jawa.
Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan dalam artikel ini, semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kalian semua yang membacanya. :)

blog yang usang :D
ReplyDelete